tak ada yang istimewa hari ini. aku berdiri dibalik jendela kaca yang sedikit tertutup sisa cipratan air hujan siang tadi. memang, hujan selalu mengguyur sepekan terakhir. mungkin dia tahu ada banyak hati yang terluka karena asmara. tidak. sebenarnya memang karena musim hujan telah datang.
dulu. waktu aku masih dipanggil oon. lima belas tahun yang lalu tepatnya. aku begitu bahagia, meskipun semua orang bilang aku bukan anak yang periang, tidak banyak bicara dan sering menangis di kolong meja atau dibelakang lemari buffet yang dipakai sebagai dinding anatara ruang tamu dan ruang tengah. aku bahagia karena aku selalu berada dirumah saat aku hujan.
lima belas tahun yang lalu aku anak pertama. adikku masih satu. sore itu hujan tak henti mengguyur sejak subuh. dari aku berangkat sekolah hingga semua temanku di jemput pulang. mereka berjingkrak kegirangan saat ibu mereka datang, mereka berteriak memanggil ayah mereka saat melihat motor ayahnya terparkir dihalaman. bahkan mereka berlari cepat lalu berlindung dibawah payung yang dibawakan untuk melindungi mereka sampai di rumah. satu dua hhingga habis. aku sendiri bersama Bu Lis. Guruku. dia menungguku sampai ada yang membawakan payung, daun pisang atau jas hujan untukku. hujan masih deras. HIngga adzan duhur berkumandang dia tak mau berhenti. dan tak ada seorangpun yang datang untukku. jika Bu Lis tak ada, aku sudah menangis. saat suami Bu Lis datang menjemput dia ham pir menolak karenaku.
"saya mau hujan-hujanan saja Bu." tanpa menunggu jawaban Guru yang setiap hari mengajakku bernyanyi itu aku berlari. aku menangis. air mataku mengalir bersama hujan. beberapa orang memanggilku. aku tak ingin melihat mereka.
rumahku tertutup rapat saat aku datang. aku masuk lewat dapur karena badanku basah. aku mengganti pakaianku. tak ada suara. tak ada motor Ayah. aku buka satu persatu pintu kamar. Ibuku sedang tertidur pulas memeluk adikku. rasanya aku ingin menangis lagi. tapi badanku sudah menggigil. aku mengunci kamar belakang dan memakai tiga selimut.
adzan asar berkumandang. aku tak kunjung bisa memejamkan mata. tapi tubuhku sudah sedkit hangat. Apa Ibuku tak mencariku. aku merasa seperti bukan anaknya. aku keluar rumah. melihat kolam ikanku. airnya hampir penuh karena air hujan. suangai disamping kanan rumahku sudah meluap. hampir naik hingga rumahku. padahal hujan sudah tak begitu deras.
"Ibu..."
"iya." ibu menjawabnya dari jauh. aku tak mengharap lagi ibu menanyakan bagaimana aku pulang tadi, karena aku akan semakin kecewa. yangkufikirkan hanya nasib ikanku jika air suang semakin naik. yang kufikirkan bagaimana dengan Ayah jika dia tak bisa pulang.
"banjir Bu!"
tak ada jawaban. Ibu terus mengaduk bubur kacang hijau dengan irisan pisang yang hampir mendidih. lalu berjalan ke pintu dan melihat keluar.
"ternyata sudah banyak orang yang melihat. aku malu." aku masih tidak mengerti apa maksud Ibu.
Ibu menutup pintu WC yang ternyata sudah banyak air yang menggenang karena pralon pembuangan langsung kesungai. aku berlari keluar berniat mengambil ikan-ikan kecilku. ternyata cepat sekali air meluap. air sudah naik di lantai rumahku. kolam ikanku sudah tak lagi terlihat. beberapa orang berteriak karena sapinya hanyut. semua bebek ayah juga hanyuk. album foto, kaos kaki belangku, tempat sampah, piala Ayah dan buku gambarku. semua hanyut. beberapa orang menebang phon pisang didiepan rumahku. menutup bagian bawah pintu dapur, pintu dan semua pintu samping agar air tak masuk ke rumahku. adikku masih pulas dibwah selimut birunya. mungkin dia masih mengajar, atau mungkin menunggu hujan dipesantren.
pukul lima sore. Ayah pulang, semua pintu rumahku sudah tertutup sebaian dengan potongan pohon pisang. ayah menggenong adikku dan duduk disamping Ibu. aku tak berani mendekat. aku hanya menatap mereka saja. hingga hujan kembali mengguyur dan aku kembali menangis.
Ayah selalu tahu saat aku menangis. hanya ayah dan aku bahagia. meski hanya ayah tapi aku bahagia. hingga aku tertidur disamping Ayah. mataku terbuka saat belaian dikepalaku berbeda. ini bukan tangan Ayah. aku berpura pura menampel nyamuk dipipi kananku. dan aku tahu itu bukan Ayah tapi Ibu.
hujan lima belas tahun yang lalu tak akan terulang lagi. hhujan limabelas tahun lalu membuatku tahu diam bukan berarti tak menyayangi.
Selasa, 19 November 2013
Kamis, 15 Agustus 2013
Rabu, 13 Juni 2012
goresan hati malam ini
Entah apa yang seharusnya aku
lakukan. Aku sendiri bingung dengan hati dan sikapku. Semua begitu rumit dan
mengaing seperti lebah yang berputar di atas kepalaku hingga fikiranku seperti
tak normal lagi sekrang. seharusnya aku menjadi gadis manis, anggun dengan
jilbabnya. Selalu ramah dan penyayang, tak pernah marah apalagi kasar. Menjadi
seorang hafidzoh yang sholiihah, pinter nahwu shorof. Juga slalu kusu’ saat
berdo’a. Tapi semua hanya mimpi sejak aku mengenal mas Rahmad. Entah sihir apa
yang dia miliki sampai aku bisa memiliki
rasa cinta yang seperti ini ma dia. Entahlah.
Malam ini malam yang suci, malam di
mana semua orang saling memaafkan orang lain, malam dimana semua orang bahagia.
Tapi sampai malam ini aku masih belum
bisa memberi kebahagiaan untuk orang yang aku cintai. Hehm cinta. Apa itu
cinta? Dua tahun lalu aku bertakbir bersamanya, bersama yang mereka bilang
mencintaiku. Setahun yang lalu aku bertakbir sendiri. Dan sekarang aku akan
sendiri selamanya. Aku memang mencintainya, tapi aku tak mau seperti dulu.
Mengorbankan harga diriku sebagai perempuan dan terlebih aku seorang putra
kiyai yang tinggal di pesantren. Aku snagat mengaguminya saat awal aku kenal
dia. Tidak. Saat awal aku mengenalnya, aku sangat membencinya, gayanya yang sok
membuatku ingin sekali menonjok wajahnya. Tak ada yang tahu bahkan aku sendiri
tak mengerti. Entah bagaimana aku bisa mencintainya sangat mencintainya. Sampai
akhirnya aku jatuh. Tersa sakit sangat sakit, sakit sekali.
Apa kabar kau disana? Ach aku begitu
bodoh. Untuk apa aku terus menangisimu. Bulan malam inpun menertawakanku karena
terlalu lemah. Sudah cukup kau menertawakanku bulan. Sudah cukup kau
membisikkan kecengannganku angin. Dan sudah sudah cukup kalian bintang bintang
mnyindirku dengan kecerian kalian. Aku akan bangkit sekarang, aku akan kembali
menjadi dirku sendiri. Akua akan kembali menjadi seperti kalian bintang. Aku akan
kembali indah sepertimu rembulan dan aku akan kembali menyejukkan hati
sepertimu angin.
Ya Rabb, agistni, agistni, agistni...
berilah petunjukMu. Hamba kembali padaMu. Dengan tertatih aku memohon RidloMu,
bebaskan hamba dari belenggu topeng cinta dan busuknya niat syaitan. goresan hatiku malam ini akan kubur dalam bumi kasih dan RahmatMU.
malam sepi
Wahai malam
Jangan kau redupkan sinar di hatinya
Selalu menjadi cahaya cinta di hatiku
Ungkap segala gundah dan resah dalam jiwa
Menakarkan bunga-bunga kerinduan dalam asmara
Wahai
sepi
Jangan
kau sembunyikan cintanya dariku
Karena
yang kuharap besar sayangnya padaku
Bangunkan
rindu yang resah dalam kalbu
Usik
lamunan di gelap asa yang tak mengaku
saat itu datang
Pasukan berjubah putih datang
Hati yang terpasung
telah bebas
Di sambut sejuknya embuh fajar
Tergoreskan simpul
kebahagiaan
Api yang menari-nari tak ingin mengusiknya
Dan
ketika pasukan berjubah hitam datang
Semua hati tak lagi
berwarna merah
Air mata menjadi sungai
Melahabnya dan membawanya
Pada api yang menari-nari
Ya Rabb
Munajatku
hanya pada-Mu
Berharap
pasukan putih
Datang
dengan bunga melati
Dan air
madu.
Selasa, 12 Juni 2012
Blog
Hampir 2,7 juta
orang menggunakan blogger sebagai sarana informasi. Blog
kependekan dari Weblog yaitu situs yang memuat tulisan tentang segala
hal seperti artikel pengalaman hidup ,catatan harian, berita terkini,
curhat hati dan sebagainya. Blog selain untuk memposting tulisan kita
juga dapat memasukan gambar, foto, video, dan link.
Kemudian jika kita
berbicara sejarah dari blog itu sendiri dimulai
akhir tahun 1990an, sbg buku harian online.
Pada
tahun 1997, Jorn Barger, seorang programer yang juga mengelola
website online diary “robot wisdom” menciptakan istilah weblog
yang diambil dari kata “logging the web”. Logging bisa diartikan
masuk. So, logging the web bisa diartikan “memasuki web”.
Korelasinya adalah blogger awal di kala itu merupakan orang yang
masuk ke belantara web dan menyortir link-link menarik berdasarkan
opininya. Hingga
1998, baru ada beberapa website yang dapat diidentifikasikan sebagai
blog. Pada tahun 1999, Peter Merholz menyebutkan istilah weblog
sebagai wee-blog, hingga akhirnya dibuat pendek menjadi blog saja.
Orang yang mengelola blog kemudian di sebut “blogger”.
Meskipun kita
bebas menulis pada blog kita, namun kita juga harus memperhatikan
etika dalam ngeblog, diantaranya:
ketelitian
akurasi,
bicara berdasarkan fakta
kejujuran,
transparansi
kebebasan,
mengungkapkan fakta” secara benar.
Dalam
kaitannya dengan perpustakaan, blog berfungsi sebagai :
Untuk
media informasi
Sebagai
media promosi perpustakaan
Pustakawan
dapat memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini melalui blog
Dapat
berbagi dengan perpustakaan yang lain yang memiliki weblog.
Memperluas
jaringan perpustakaan, dan lain sebagainya.
Diinternet
terdapat banyak sekali layanan blog gratis, diantarany :
Menambah
Link pada Blog
!
Caranya:
1.
Buka situs ke google translate, atau klik disini widget google
translate
2.
Ubah bahasa yang digunakan menjadi bahasa Indonesia
3.
Copy script html yang ada di atas, kemudian masukkan ke gadget html,
di blog
Informasi
bisa diliat orang harus terdeteksi oleh search Engine yang merupakan
tempat bertukar informasi, caranya dengan daftarkan
blog pada Google dengan menambah Gadget tombol+1
pada Blog atau
dengan mendaftarkan blog di http://www.google.com/addurl/.
Kemudian
untuk menambah Feedjit:
pilih
get the image widget
kopi
kode lalu tambahkan ke Gadget Blog
kemudian
untuk membuat blog lebih menarik, bisa diberi tambahan animasi dengan
cara:
a.
Pilih
script yang tersedia
b.
Di
Dashboard blogger pilih Rancangan - Elemen halaman
c.
Pilih
Tambah Gadget
d.
Pilih
HTML/Javascript
e.
Masukkan
script animasi ke dalam kotak content HTML/javascript
Langganan:
Postingan (Atom)